Monday, November 11, 2019

Rangkuman Pengalaman CPNS 2018

Sebelumnya aku mau ajak temen-temen untuk sama-sama kita luruskan niat, kita kerja untuk apa dan untuk siapa? 
Dulu saat bulan January 2018 aku pernah cerita di blog tentang apa yang aku inginkan di masa depan >> About my future

Aku berharap kita sama-sama membangun kebaikan di Pemerintahan. Bisa menjalankan fungsi ASN sebagai :
Pelaksana kebijakan publik
Pelayan publik, dan
Perekat dan pemersatu bangsa

Negara sedang sangat butuh SDM seperti temen-temen yang punya tekad menjalankan fungsi tersebut. Bukan lagi menjadi generasi penerus bangsa, tapi jadi pelurus apa yang salah dari bangsa ini lewat Pemerintahan. 

Kita masuk ke topik utama, jadi pertama kali aku lakukan yaitu aku cari tau dulu tentang apasih CPNS, Tindakan yang aku ambil selanjutnya adalah searching dan baca persyaratan secara umum dulu, ternyata butuh ijazah dan transkrip nilai S1. Waduh. Sedangkan saat itu dalam keadaan aku belum ambil Ijazah dan Transkrip nilai, karena belum ditebus, dan revisian belum selesai. hehe. Bingung... 

Yaudah sambil nunggu 2 hal itu, aku coba cek tahapan nya apa aja. Hasil nya sebagai berikut :
1. Pendaftaran (di website yang disediakan dari BKN selaku penyelenggara.) 
2. Seleksi Kompetensi Dasar
3. Seleksi Kompetensi Bidang
4. Proses Pemberkasan

Masuk ke

TAHAP 1 : Pendaftaran dan Admin
Dulu aku bikin akun di website sscn menggunakan NIK. Lalu, log in, setelah itu isi data diri.
Setelah kelar isi data diri, nanti disuruh cetak kartu informasi akun.
Kita disuruh foto sambil memperlihatkan kartu informasi akun tsb.

Setelah selesai, kita isi mau daftar ke instansi mana. Baik nya kita searching dulu, jurusan kita itu paling banyak di butuhkan di instansi apa. Misalnya kayak gue kemarin psikologi banyak nya ada di kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Nah selanjutnya searching tuh di instansi itu jabatan mana yg butuh psikologi, dan mana quota yg masih sedikit peminatnya. Kalo bisa mah jangan cari yg banyak peminatnya. Biar ada peluang buat kita. Setelah itu pilih jabatannya kalo udah tau. 

Trus nanti ada persyaratan yg harus di upload, kalo gue kemarin : 
  • Ijazah
  • Ktp
  • foto background merah
  • Toefl yg msh berlaku
  • Transkrip S1
  • surat lamaran dan surat pernyataan. (dikasih format dr instansi nanti) 

Kalo udah kelar nanti ada bukti kartu pendaftaran cpns kita. Di simpan baik2.

Nanti beberapa minggu kemudian atau sebulan kemudian ada informasi kita lulus atau engga di website instansi yg kita pilih. Klo lolos, lanjut tahap berikutnya yaitu SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) pake CAT. 

TAHAP 2 : Tes CAT (pake komputer)
Setelah kelar daftar tahap 1 administrasi itu, gue langsung belajar buat tes cpns. Terlepas kita di terima apa engga nanti, karena belum ada pengumuman. Tapi gak apa2 tetep belajar aja. Belajar nya dari internet sih gue searching2 dan minta soal2 ke temen yang punya. Jgn pelajari soal nya, tapi esensi soal dan materi nya kita harus paham. Jadi klo nnt pengumuman ternyata lolos administrasi, jadi gak kelimpungan karena sebelumnya kita udah belajar dikit2. Kalo usaha sudah, tinggal doa dan ibadah yg di kuatin. *Banyak doa, shalat malam dan dhuha. Minta doa sm ortu dan org2. Tp jgn berharap banget.*
Setelah pengumuman, jika lolos nanti disuruh log in ke website sscn untuk cetak kartu peserta ujian. Nanti dikasih tau kita akan ujian di daerah mana, itu ditentuin dari pusat. 
Tes nya itu : tes kepribadian psikologi (TKP), Tes intelegensi umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Kalo cpns 2018 itu poinnya harus mencapai masing passing grade
  • TKP : 143 
  • TWK : 75
  • TIU : 80

Kalau tahun 2019 ini passing gradenya diturunkan, jadi :
  • TKP : 126
  • TWK : 65
  • TIU : 80
Nanti pas udah kelar tes langsung muncul hasilnya, jadi kita tau lolos passing grade atau engga. Transparan kan.

Tapi gini..... Kalo misalnya kita lolos passing grade, belum tentu kita lolos ke tahap berikutnya. Kenapa? Karena nanti tergantung quota yg dibutuhkan nya berapa orang. Misalnya dari 500 orang yg tes, yg lolos passing grade 100 orang, tapi quota yg dibutuhkan buat tahap berikut nya cuma 10 orang, nah nnt di ranking 10 orang dengan nilai tertinggi itulah yg berhak masuk ke tes berikutnya. Jadi gak semua 100 orang di masukin ke tahap berikut. Pengumumannya bisa hampir sebulan bahkan lebih, sampe bosen nunggu nya. Nah, ini penting, sambil nunggu pengumuman, kita siapkan diri aja dulu buat tes berikutnya. Kalau misalnya kita masuk, alhamdulillaah... Lanjut tahap SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). 

TAHAP 3 : SKB dan Wawancara 
Nah pas tes ini gue seharian. Jam 6 pagi udah stay di tempat tes, kelarnya abis isya. 12 jam lebih lah kira2. Tapi ada istirahatnya pas waktu zuhur, ashar, dan maghrib, trus dapet makan. Tes nya itu kebanyakan *tes psikologi,* saking banyaknya yg gue inget tes pauli. *Ditambah Focus Grup Discussion (FGD).* FGD itu kita dikelompokin trus dikasih topik tertentu, dan kita disuruh mengemukakan pendapat. Baiknya kita harus berperan aktif, karena itu bagian dari penilaian. Setelah itu ada *tes Wawancara*, ditanya tentang pribadi kita aja paling, dan alasan kenapa kita pilih instansi tersebut. Setelah kelar, nanti pengumuman akan muncul sekitar hampir sebulan kemudian. Tapi selama menunggu, gak ada salahnya kita siapin printilan persyaratan buat di tahap berikutnya yaitu tahap pemberkasan, seperti : 
  • legalisir ijazah dan skhun dari SD sampe Perguruan Tinggi, cap nya harus cap basah, jadi mau gak mau kita harus ke sekolah kita nya langsung.
  • SKCK kepolisian. 
  • Surat sehat dan narkoba, nah kalo yg ini mah nnt aja kalo dipastikan kita beneran lolos, karena biayanya mahal bgt hampir 800ribu pas gue buat. Dan biasanya di persyaratannya tgl surat nya harus dibulan yg paling terbaru seperti saat pengumuman. 

TAHAP 4 : Pemberkasan
Nah ini msh diseleksi lagi, kalo berkas kita kurang atau melakukan pemalsuan dokumen, kita akan gugur. Tapi kalo lengkap semuanya dan asli, inshaaAllah akan lolos dan di buat kan Nomor Induk Pegawai (NIP), nunggunya bisa sampe 2 bulan buat NIP. Setelah itu akan ada pengumuman lagi deh untuk kita mulai masuk. Tapi belum jadi PNS, msh CPNS. Karena kita akan di uji coba dulu selama setahun, dilihat bisa kerja gak kita, sikap kita baik gak, apakah ada perbuatan melanggar hukum gak, msh dinilai pokoknya, klo memenuhi selama setahun baru di angkat jd PNS resmi, klo sebaliknya..maka akan gugur.

Itu aja sih yang pengen aku share, kalau mau nanya, bisa langsung aja ke email aku atau DM instagram aja yah.
Semangat Berjuang!



Tuesday, May 28, 2019

UNTITLED #3

Assalamualaikuuuum!

Gue kembali dan ingin sedikit bercerita mengenai apa yang terjadi dihidup gue. Kebetulan sekarang bulan Ramadhan dan sudah masuk puasa ke-24. Beberapa hari belakang gue ngerasa ada yang beda dengan diri gue. Hidup, tapi hati rasanya kosong. Memang sih banyak permasalahan yang lagi dihadapin selama dikantor, tapi itu mungkin bukan menjadi faktor utama. Hari kemarin gue introspeksi dan bertanya-tanya dalam hati, 'Lo kenapa sih, Rum?' sedikit membentak dan keras dengan diri gue. Setelah shalat zuhur gue terdiam masih mengenakan mukena. Gue mulai paham kenapa gue ngerasa kosong. Ternyata beberapa hari belakang, gue jauh dari Sang Pencipta. Shalat ya shalat tetep, tapi gak gue nikmatin karena diburu-buru dengan aktivitas gue berikutnya. Gue lupa dengan dhuha, gue lupa dengan tahajjud, sampe-sampe hal yang dari dulu gue lakukan dan kalau gak melakukan itu gue gak tenang pun dari beberapa hari belakang gue bisa meninggalkan itu, yaitu baca Qur'an. ya Allah.. gue langsung nangis. Malu sekali rasanya sama Allah. Padahal Dia sudah banyak memberi apapun segalanya buat Arum, tapi gue gak tau diri. Padahal dari dulu tiap curhat sama Allah gue selalu bilang agar Allah jangan pernah meninggalkan Arum, tapi gue malah yang berani-beraninya melakukan itu. MashaaAllah gue nulis ini aja jadi nangis. Duh gue akhiri saja dulu ceritanya, gue gak mau tangisan gue makin kayak banjir bandang. 

Bhay.

Monday, March 18, 2019

Kenapa dengan Sunat Perempuan...?

Assalamualaikum, Halo!
Disini gue mau membahas mengenai suatu topik yang menurut gue menarik banget. Kebetulan gue newbie di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan awal-awal kayak gini gue disuguhin beberapa buku yang berkaitan dengan perempuan dan anak pastinya. Nah sebelum kita masuk ke topik utama, kita harus tau kenapa sih perempuan harus diberdayakan dan anak-anak harus di lindungi? Well, dalam islam perempuan itu makhluk Tuhan yang sangat sangat berharga, seperti hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim yang bunyinya :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'”

Nah dari hadits itu saja sudah jelas seorang ibu harus dimuliakan, bahkan disebut hingga 3x baru setelah itu ayah yang merupakan seorang laki-laki.

Namun, seiring berjalannya waktu banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan perintah hadits nabi tersebut. Banyak terjadi kekerasan yang dialami perempuan dibelahan bumi manapun. Seperti dijaman Khalifah Umar bin Khattab, sebelum ia memeluk agama islam, pada saat itu anak-anak perempuan dianggap sebagai aib keluarga, karena hal tersebut banyak anak perempuan yang dikubur hidup-hidup. Apabila anak perempuan itu selamat, maka harus menjadi budak seks dan melayani para kaum laki-laki, meski bapaknya sekalipun. Ya Tuhan serem gak sih. Itu mungkin yah maksud islam diturunkan di bangsa Arab.

Nah kalau di indonesia sendiri gimana? Dari yang gue tau, untungnya masyarakat kita dulu gak sampe sesadis itu. Cuma, ada cumanya nih, perempuan dijaman dulu itu penuh dengan diskriminasi. Contohnya seperti perempuan dijaman dulu harus dirumah mengerjakan pekerjaan rumah gak boleh keluar tanpa izin. Anak perempuan nya juga gitu, boro-boro buat keluar rumah, disuruhnya bantuin emak didapur. Buat sekolah itu susah banget. Tapi setelah adanya ibu Kartini, perempuan kita mulai bangkit, bukan Cuma dirumah doang, tapi bisa bersekolah hingga saat ini.

Setelah kehadiran Kartini, bukan berarti permasalahan tentang perempuan itu selesai. Dijaman sekarang masih banyak yang kadang ngediskriminasi, bahkan melakukan kekerasan terhadap perempuan. Kalau kata Undang-undang nomor 23 tahun 2004 jenis kekerasan itu ada 4, yaitu Kekerasan fisik, Kekerasan psikis, Kekerasan seksual dan Penelantaran rumah tangga.

Ngomong-ngomong masalah kekerasan fisik, kalian sadar gak kalau anak perempuan diwaktu kecil juga mengalami kekerasan, loh. Siapa yang saat bayi dilakukan sunat perempuan? Huft. Mentang-mentang masih bayi, orangtua kita gak minta ijin dulu ke kita. Jaman Nabi Ibrahim yang disuruh Allah buat nyembelih anaknya Ismail aja minta izin dulu. Sunat perempuan ini ada dari jaman dulu banget, bahkan dari sebelum islam ada. Di negera manapun banyak banget yang melakukan sunat perempuan.

Gue jelasin dulu yah, sunat perempuan itu apa. Sunat perempuan adalah tindakan memotong sebagian atau seluruh kiltoris, bahkan hingga labia minora dan labia mayora, namun ada juga yang hanya melukai sebagian kecil kiltoris (WHO, 2000), dan ada juga yang hanya simbolik sebagaimana banyak terjadi di Indonesia (PSKK UGM, 2017; Komnas Perempuan, 2017; Udin, 2015, 2010; Mitra Inti, 2005). Sunat perempuan dilakukan karena beberapa faktor, yang paling banyak itu karena pemahaman agama, selain itu ada juga karena tradisi keluarga. Misal, dulu emak, nenek, dan buyutnya disunat, jadi ngikut-ngikut aja, padahal gak tau tuh manfaatnya apa. Dari sisi medis juga gak ada tuh manfaat sunat perempuan. Malahan itu menyakiti dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Tau gak? Praktek sunat perempuan justru paling banyak terjadi di perkotaan sebesar 55.8% sedangkan di pedesaan 46.9%.

Kalau dalam islam sendiri gimana? Nah ini yang paling banyak terjadi, orangtua menyunatkan anak perempuannya menganggap itu sunnah dan perintah agama. Padahal Rasul gak nyuruh gitu. Seperti yang udah gue bilang sebelumnya, kalau sunat perempuan udah ada dari jaman sebelum islam, nah dengan datang Rasulullah itu sedikit mencerahkan, seperti Hadits yang diriwayatkan Abu Daud :

“Dari Ummu Athiyah ra. Diceritakan bahwa di Madinah terdapat seorang perempuan tukang sunat, Rasulullah SAW berkata terhadap perempuan tersebut: (khitanlah) janganlah berlebihan, sesungguhnya hal itu lebih baik atau disukai bagi perempuan dan disenangi bagi laki”

Dan ada beberapa hadits lagi tentang sunat perempuan yang ternyata dhaif tidak ada satupun yang shahih. Ucapan rasul tersebut bukan berarti membolehkan, karena sudah ada dari sebelum islam, maka hal itu merupakan ungkapan secara perlahan bahwa sunat perempuan itu dibatasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan itu apakah anak cucu rasul yang perempuan disunat juga? Nah ini, gak ada hadits satupun yang menyebutkan bahwa aisyah atau istri rasul lainnya di sunat. Meskipun beberapa ulama ada yang mengatakan sunnah, ada yang bilang wajib, ada yang bilang makruh bahkan haram apabila membahayakan. Kementerian Kesehatan di tahun 2006 pernah mengajukan untuk melarang medikalisasi sunat perempuan bagi petugas kesehatan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Yang pada akhirnya MUI pun mengeluarkan fatwa yang intinya sunat perempuan itu fitrah Cuma ada batasnya. Dan menyuruh kemenkes untuk melatih tenaga medis untuk melaksanakan khitan perempuan.

Secara fakta, sunat perempuan itu menyakitkan secara fisik, psikis, dan sosial. Gak ada bedanya kok perempuan yang sunat ataupun engga. Hukum islam itu kan tujuannya untuk kemaslahatan manusia. Maka praktik berbahaya sunat perempuan harus dihindarkan untuk menjaga organ reproduksi agar perempuan tidak menjadi objek kekerasan oleh siapapun untuk kepentingan diluar dirinya.


Kan udah tau nih, yuk sama-sama ingatkan orangtua jaman sekarang untuk mencegah melakukan sunat perempuan. Seandainya tetap melakukan, ingatkan pula tenaga medis untuk tidak memotong, cukup dengan digores saja. Karena itu menyakitkan si bayi guys.

Okelah, cukup sekian cuap-cuapnya. Semoga manfaat. Kalau gak bermaanfaat, ya harus tetep dimanfaatin yah hehe.


Bhay!



Tuesday, March 12, 2019

Pengalaman ikut CPNS #3


sebulan kemudian tepatnya pada tanggal 11 Januari hasil seleksi SKB keluar, Alhamdulillah gue lolos tahap berikutnya, yaitu tahap pemberkasan. Bwwwaaaanyak sekali berkas yang harus di lampirkan. Untuk ngurus berkas-berkas gue abis sejuta lebihhhhhh. Sedih buat gue karena gue belum kerja, jadi harus minjem uang dulu ke kakak dan dibantu sama bapak juga.

Jadwal pemberkasan itu jam 8 pagi dari tanggal 17-21 Januari 2019. Nah gue pilih ngumpulin di hari pertama, biar kalau ada yang kurang bisa gue lengkapin dihari berikutnya. Gue berangkat naik KRL jam setengah 7 ke gondangdia nyampe jam 8an, trus naik gr*b ke medan merdeka barat ongkosnya 8ribu (pake promo jadi goceng) hahaha. Pas nyampe sana baru 4 orang termasuk gue. Gak lama kita disuruh masuk ruangan, dan mulai pemberkasan. Gue pulang dari kemenpppa jam 3 kalau gak salah, trus naik gr*bcar sama ameera ke gondangdia, setelah itu nyampe rumah jam 5an kalau gak salah juga hehe.

Alhamdulillaah banget gue bersyukur bisa diberi amanah sama Allah untuk lolos CPNS. Bener-bener kuasa Allah, semakin kita mendekatkan diri, semakin Allah memberi apa yang terbaik untuk kita. Kalau ditanya gimana caranya lolos CPNS, selain berusaha, dari yang gue rasain yaitu berbakti sama orangtua, jangan pernah sekali-kali bikin sakit hati orangtua, terutama Ibu. Walaupun dari kecil gue anak yang gak bisa di atur dan bebeul, tapi dari kecil gue berusaha gak mau keluarin kata-kata yang nyakitin ibu bapak, kalau gue gak suka, gue mending diem, atau nangis di kamar mandi. Banyak doain orangtua. Rawat dan sayangi.

Gue inget banget, ini sekedar sharing yah bukan maksud apa2, biar kalian yang baca bisa ngambil makna dan hikmah nya aja. September tahun 2014, gue baru merantau ke Bandung untuk kuliah di UIN. Ibu masih sehat, gemuk, dan segar. Bulan oktober ibu katanya jatoh ketabrak mobil angkot pas lagi bawa motor, tapi gue gak dikasih tau, gue kebetulan tinggal di dorm uin, kayak pesantren gitu, pulang sebulan sekali. gue jarang pulang karena semester awal banyak lagi padat2nya. Pas gue pulang, ibu hanya bisa tergeletak ditempat tidur. 2 hari kemudian gue harus pulang, ibu bela2in jalan dan bangkit dari tempat tidur buat nganter gue ke depan pager Cuma buat nunjukin kalau ibu kuat dan akan baik-baik aja, setelah itu gue pergi, setelah ibu udah gak terlihat dari pandangan, gue nangis sesenggukan gak berhenti, di bus gue nangis, di bandung gue nangis, dikamar gue nangis, ah pokoknya nangis mulu. Gak pengen pulang sebenernya, tapi gue harus kuliah.

Bulan mei di hari ultah gue, gue dikasih tau kalau ibu kanker stadium akhir. Disitu gue nangiss, lemesss banget, keluarga sepakat gak ada yang mau kasih tau gue biar gak kepikiran. Setelah gue kelar UAS, yang tadinya gue masuk padus psikologi buat wisuda, padus mahad juga, gue keluar karena mau ngurus ibu. Dari bulan mei-agustus gue ngurus ibu, mandiin ibu, membersihkan kotoran-kotoran yang menempel, dan sama sekali gue gak mau menampilkan wajah asem ataupun mengeluh didepan ibu, gue berusaha hibur ibu buat ibu ketawa, gue gak mau ibu sakit hati sama gue dan ngerasa gak enak. Sampe pada saatnya dibulan juli, gue mau ngajuin cuti kuliah, biar bisa ngurus ibu. Karena ibu gak ada lagi yang ngejagain. Gue ijin untuk cuti sama ibu, lalu ibu nangis, gak boleh gue cuti katanya, trus gue sampe bilang, “siapa lagi yang bisa jagain ibu???” trus ibu bilang sambil nangis, “ada teh nanti ada yang jagain ibu.” Gue sambil menelan ludah, rasanya tenggorokan gue sakit gak bisa nelan, karena menahan nangis, langsung gue buru-buru masuk kamar mandi pura-pura pengen eek, dan di kamar mandi gue nangis sesenggukan sambil menahan suara biar gak kedengeran.  Gue gak kuat banget, bingung harus gimana. Gue udah menghubungi dosen pembimbing akademik untuk ngajuin cuti, katanya boleh, tapi ibu terus2an melarang. Disitu gue bingung, beberapa hari kemudian ibu kambuh dan masuk rumah sakit lagi, ibu semakin parah dan akhirnya koma, pada tanggal 2 agustus ibu meninggal. Dari sini gue ngambil hikmah, dengan ketulusan dan keikhlasan kita berbakti kepada ibu terutama, atas dasar taat kepada Allah, inshaaAllah Allah akan memberikan jalan yang baik buat kita. Se-lelah-lelahnya ngurus ibu, jangan pernah dirasain, seberat-beratnya mata kita yang kurang tidur buat jagain ibu jangan pernah ngeluh, jangan pernah sekali-kali membentak ibu, orangtua yang sakit, terlebih sakit parah gak butuh bentakan, keluhan, ataupun muka asem kita, yang mereka butuhkan support dari kita, senyum canda tawa dari kita, biar beliau makin semangat, jangan pernah tunjukkan kesedihan air mata kita.

Gue inget, ibu tidur diruang tamu dengan Kasur springbed yang single buat 1 orang, dan gue sakit mungkin karena kecapean, tapi gue gak bilang, tapi ibu ngeliat mungkin gue duduk dikursi dalam keadaan lemas, trus ibu nyuruh ambil kerokan sama minyak, sambil ibu tiduran ibu ngerokin badan gue, setelah itu gue disuruh tidur samping ibu padahal kasurnya udah sempit, yaudah karena ibu nyuruh mulu gue pun tidur samping ibu di sebelah pojok sambil nekuk badan gue biar ibu gak kesempitan. mashaaAllah disitu rasanya gue pengen banget nangis jejeritan, ibu lagi sakit keras tapi masih berusaha perhatian sama gue, tapi disitu gue pura-pura tidur aja buat menghargai ibu, setelah ibu yang tidur nyenyak gue bangkit pindah. yaAllaah, gak ada yang lebih indah dan nikmat selain ngurus ibu hingga menjelang ajal menjemputnya.

Maksud cerita gue diatas itu menjawab berbagai pertanyaan temen-temen yang pada nanyain ke Arum tips nya apa untuk diterima CPNS, baru wisuda September 2018, bulan oktober 2018 ikut pendaftaran CPNS, dan tahun 2019 udah jadi CPNS walaupun masih C sampe setahun kedepan. Sebenernya gue gak ada tips apa2 selain semua adalah takdir dari Allah. Karena diperjalanan kehidupan gue, gue bukan termasuk yang pinter2 amat. Kehidupan keluarga gue dari mulai perekonomian hingga hubungan keluarga juga berantakan gak seperti temen-temen lainnya, mungkin yang kenal deket sama gue paham banget gimana hidup gue. Walaupun keliatannya apa yang gue tampilin di socmed, atau dikehidupan nyata, gak akan ada yang nyangka gimana dinamika hidup gue sebenarnya.

Balik ke cerita mengenai CPNS yah, nah setelah pemberkasan itu lumayan cukup lama menunggu orientasi. Hingga menjelang akhir Februari 2019 belum ada pengumuman, yaudah gue berinisiatif ke Bandung lah di tanggal 27 Februari, Karena kebetulan barang2 gue masih ada sebagian di Bandung dan gue juga mau nonton Film Dilan di Bandung langsung. Berangkat lah gue ke Bandung di tanggal 27. Gue nginep di kosan Desti dan Pipit. Keesokan paginya tgl 28 Februari tiba2 grup CPNS ramai, pas gue buka ternyata udah ada pengumuman lanjutan, bahwa Jumat tanggal 1 maret peseta CPNS disuruh datang ke kantor untuk pra-orientasi, karena orientasi akan dilaksanakan 3 hari dari senin hingga rabu, wah shock dong gue, akhirnya gue pulang hari itu juga, tapi sebelum pulang gue nonton dilan dulu sama calon partner hidup gue ehehe. Abis itu langsung pulang deh ke Bekasi.

Besoknya gue berangkat pagi naik KRL ke stasiun gondangdia trus naik grab deh ke kantor. Acara mulai jam 9.30, tapi jam 8 gue udah sampe dong, sendirian di ruangan awalnya, tapi beberapa lama kemudian hadir yang lain Alhamdulillah. Nah disitu kita di jelasin mengenai CPNS dan orientasinya. Jadi nanti sebulan kita pake hitam-putih, setelah itu baru deh normal sesuai dengan peraturan. Dan kita juga baru dapat 80% gaji dan tukin. Nanti juga dapet uang makan perhari tp dikasih diakhir bulan, trus tiap bulan akan di potong untuk taspen 8%, pajak 5% untuk golongan 3. Oh iya kita diajarin juga gimana absen.

Orientasi 4-6 Maret 2019
Hari ke 1 (Senin), kami dibagiin nametag, trus masuk ke ruang dewi sartika, nah didalam sudah tehampar meja dan kursi, tiap meja diisi oleh 3 orang, dan ada nama kita juga di meja itu. 3 hari orientasi rata-rata diisi materi dari deputi 1-5 dan inspektorat. Nah, dihari pertama itu gue duduk bertiga, urutannya dari gue, naza, dan perpetua. Sekitar 3 meja dari belakang.

Hari ke 2 (Selasa), saat masuk ruangan, ternyata di acak lagi posisi duduknya, gue kebagian di urutan ke 3 dari depan. gue semeja sama mas rendi, dan perpetua lagi hehe. Di hari ini kita diberi materi terus. Tapi tiap hari kita dikasih makan siang kok enak-enak. Tapi di hari ke 2 ini gue lagi kurang fit, karena kurang tidur.

Hari ke 3 (Rabu), saat masuk ruangan, sudah gue duga akan diacak lagi, kali ini gue duduk dipaling belakang, bertiga bersama mas Iko, dan Lely. Badan gue cukup fit, tapi karena gue duduk dipaling belakang, di hari ketiga ini sedikit banget materi yang gue dapet. Ini nih makanya kenapa dari SD gak suka duduk paling belakang, karena jauh, trus jarak pandang jadi terbatas, suara pemateri sayup2 terdengarnya, dan gue ngobrol mulu sama mas iko dan lely. Nah hari ketiga ini harusnya ada materi dari Ibu Menteri, tapi ternyata Ibu berhalangan hadir karena sakit, yaampun cepet sembuh yah bu. Padahal ingin sekali bisa bertemu. Cuma ya nanti kalo udah kerja pasti ada kesempatan buat bertemu ibu menteri langsung.

Orientasi kelar, hari selanjutnya kami disuruh langsung ke ruangan dan bidang masing2. Berhubung kamis itu libur hari nyepi, maka kami masuk di hari jumat.

Hari Jumat, aku masuk ruangan, taro tas, dan ikut olahraga dulu, setelah itu ganti baju dan masuk ruangan lagi. Gue masih bingung sebenernya harus ngapain, masih abu2 banget. Awalnya gue kenalan dulu sama yang ada diruangan ada mbak may, mas dwi, dan atasan gue langsung pak sholeh. Setelah itu gue ke meja pak sholeh dan dikasih banyak gambaran , tapi mungkin daya serapan gue belum banyak. Alhamdulillaah status praesens gue terhadap rekan dan atasan cukup baik, mereka cukup welcome dan humble. Hari itu gue disuruh baca2 program dari bidang gue itu, ada 5 buku, dan dihari itu pula gue kelarin semua bacanya. Waalupun belum terlalu mengerti secara teknis, tapi garis besar gue paham. Sebenernya ada ketakutan dalam diri gue, gue takut lama mencerna, tapi harus positif, learning by doing aja. Semua juga pasti awalnya melalui proses belajar dulu. Gak ujuk-ujuk jadi hebat bukan? Yang penting gue punya niat yang sangat baik. Bukan karena PNS atau gajinya. 

Bismillaah untuk hari selanjutnya. Gue bener-bener pengen loyal terhadap kementrian ini, terutama di bidang gue. Karena tujuannya semata-mata untuk membangun Indonesia yang lebih baik terutama dalam pembangunan anak dan perempuannya. Gue pengen bisa memberikan kontribusi yang positif untuk negara ini. Sekarang gue harus positif, dan selalu mau belajar. Salah itu biasa, tapi memperbaiki dan terus belajar dari kesalahan itu yang akan menjadi luar biasa. 

Ingat, terbentur terbentur terbentur, maka selanjutnya kita akan terbentuk. Semangat untuk Indonesia maju dan lebih baik!! Allahu Akbar!!!



Pengalaman ikut CPNS #2

Welcome Back!!
Disini gue mau lanjut cerita tentang pengalaman mengikuti CPNS, lanjutan dari Part 1.

Jadi setelah tes SKD kelar, dan hasil nya keluar, gue emang lolos Passing Grade Alhamdulillaah. Tapi saat itu gue belum tau, siapa saja yang akan lolos ke tahap berikutnya. Karena di formasi jabatan yang gue pilih ini yang dibutuhkan hanya 1 orang saja, jadi otomatis yang berhak masuk ke tahap SKB nanti hanya 3 x (jumlah formasi) berarti 3 orang saja. Dan gue gak tau, gak kenal siapa-siapa saja yang menjadi saingan gue. Jadi yaudah gue gak ngurusin. Eh tapi, yang gue tau, semua yang daftar di jabatan gue jurusan pendidikan semua, gue doang yang jurusan Psikologi.

Dari kelar tes SKD itu banyak banget isu-isu yang bermunculan, bisa dibilang cukup bermasalah sih. Jadi katanya sekitar 90 persenan peserta CPNS se-Indonesia gak lolos passing grade, terutama di bagian Tes Kepribadian Psikologi (TKP). Bayangin dong, yang lolos passing grade  Cuma 8 persen kalau gak salah. Kan belum memenuhi kuota yang diinginkan pemerintah. Usut punya usut, ternyata tahun ini nilai PG nya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan hampir banyak yang bilang terlalu tinggi terutama untuk nilai TKP yaitu 143. Karena banyak yang gak lolos tersebut, muncullah protes terutama dari peserta yang gak lolos. Protesnya disalurkan dalam sebuah petisi untuk menyuruh pemerintah menurunkan nilai minimal PG. yang menandatangai petisi itu pun sudah puluhan ribu kalau tidak salah. Nah karena pertentangan inilah pengumuman kelulusan tes ditunda hingga sebulan lebih. Media cetak, elektronik, dan online pun banyak memberitakan isu ini. Sampai pada akhirnya pemerintah menolak menurunkan nilai minimal PG, alasannya karena jika diturunkan otomatis akan menurunkan juga kualitas dari calon PNS, begitu katanya. Kalau menurut gue, ada benar nya juga sih. soal-soal tes SKD itu kan pasti sudah di buat dan pasti di uji coba terlebih dahulu, pasti ada tim nya tersendiri, gak mungkin main-main, secara CPNS. Waktu kuliah dulu gue ngebuat alat tes aja harus di uji coba mulu, sampe valid dan reliabilitasnya sesuai, itu baru ditingkat fakultas gue. Lah ini kan tingkatnya nasional, pasti lebih ketat dari itu. Apalagi paling banyak di permasalahkan nya itu TKP, itu kan tes kepribadian. Hasil yang diperoleh ya itulah gimana nilai pribadi kita. Jangan nyalahin pemerintah kalau emang hasil nilai nya kecil, kalau kita ngerjainnya bener, jujur, gak ngasal, apa adanya, pasti nilai nya juga sesuai kok. Kadang-kadang suka gemes, dikit-dikit pemerintah disalahin, padahal yang ngerjain soalnya kan kita sendiri L  harusnya introspeksi untuk lebih baik lagi gitu maksud gue.

Nah dengan penolakan pemerintah atas petisi itu, bukan berarti pemerintah gak ngambil langkah apapun. Setelah itu diadakan lah rapat, dibuat undang-undang yang baru dalam waktu singkat, dan keluar lah surat keputusan bahwasanya yang sudah lolos passing grade sudah pasti masuk ke tes berikutnya, nah jika di formasi jabatan tersebut gak ada yang lolos PG, sistemnya akan menjadi system ranking. Kalau formasi jabatan yang dibutuhkan 1, yang lolos PG juga 1, maka yang 1 itu akan otomatis ke tahap berikutnya tanpa saingan. Dan banyak lah pengumumannya.

Setelah keluar UU tersebut, gak lama keluar pula pengumuman hasil SKD. Gue udah pasrah, tangan gue dingin banget mau buka website nya. Sambil istighfar dalam hati biar tenang. Sambil nyari nama gue, trus tiba-tiba
Alhamdulillaah, yaAllah gak nyangka yang lolos dari sekian orang yang tes untuk jabatan ini gue doang. Disitu gue gemetar, bingung mau ngomong apa, nangis terharu, tangan dingin, dan gak henti-hentinya berucap syukur sama Allah.

Pengumuman SKD udah keluar, selanjutnya tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Nah gue kebagian hari rabu tanggal 12 Desember di daerah kebon sirih, sehari sebelumnya gue nginep dirumah om pami didaerah kemayoran berangkat dari rumah naik busway. Keesokan harinya gue berangkat abis shubuh dianter sama om ujang, pas nyampe sana baru ada 1 orang, jadi gue berdua doang, kenalan lah kita ngobrol, gak lama datang yang lain, dan setelah itu kita disuruh masuk, disitu gue ngobrol-ngobrol dan becanda buat ngurangin kecemasan gue. Jam 7 kita mulai tes. Banyak tes psikologi nya guys yaAllah, sampe mabok gue, tapi gak nyampe mabok janda *itumah lagu dangdut* selain tes psikologi, ada tes bidang juga, trus Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara. Gue kelar abis isya. Trus gue pulang naik kereta dari stasiun gondangdia bareng sama Ameera temen CPNS. Tapi kita beda arah. Setelah itu syudah deh...

lanjut di postingan berikutnya yah, biar gak kebanyakan. wkwk

Tuesday, January 1, 2019

Dear Arum...

Hari ini sudah 1 Januari 2019. 

Aku mau mengucapkan terimakasih sudah menjadi hebat di tahun 2018. 

Terimakasih selalu menjadi yang bahagia dengan dikelilingi oleh banyak orang yang sayang sama Arum. 

Terimakasih untuk selalu berfikiran positif meski dalam keadaan yang negatif dan tidak menguntungkan sekalipun. 

Terimakasih telah berjuang dan bertahan bahkan disaat angin besar menerpamu.

Terimakasih untuk rasa ikhlas pada sesuatu yang banyak menyakiti mu.

Terimakasih atas sikap baik yang kamu berikan pada mereka-mereka yang mengesampingkanmu.

Terimakasih dapat selalu mau berbagi kepada siapapun disaat Arum sebenarnya pun butuh. 

dan Terimakasih telah memilih tangisan untuk siapa air mata itu jatuh.




Arum...
Berjanjilah, bahwa di tahun ini Arum akan mempertahankan kebaikan.
Berjanjilah, bahwa di tahun ini Arum akan semakin menjadi lebih baik.

Musnahkan semua rasa sakit yang pernah terjadi.
Hilangkan semua trauma yang dirasakan.

Arum pantas untuk selalu bahagia, dan menikmati kebahagiaan.
Kesedihan yang dirasakan, adalah bibit kebahagiaan.


Ada yang pernah bilang..
bukan "Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian."
Tapi "Bersenang-senang dahulu, berbahagia kemudian."




Sunday, December 2, 2018

UNTITLED #2

Sesungguhnya Arum benar-benar rapuh ya Allah.

Hati.
Pikiran.
Fisik.



Tolong... Kuatkan selalu. Bahagiakan selalu. Dan Arum mohon untuk sembuhkan luka-luka masa lalu.


Thursday, November 29, 2018

Pengalaman Seleksi MDP PT. Mega Central Finance


Gue mau sharing lagi tentang pengalaman ikut berbagai tahapan seleksi untuk posisi Management Development Program (MDP) PT. Mega Central Finance.

Pertama kenapa gue bisa tau ada lowongan itu dari Jobstreet, karena gue Fresh Graduate, baru banget netas bulan September jadi segala hal dicoba. Nah, di jobstret itu berkas gue diseleksi, Alhamdulillah dapet notif di E-mail untuk mengisi form gitu buat menentukan dimana kita mau ikut Psikotes nya. Gue pilih di Jakarta tanggal 27 November 2018. Oke, akhirnya gue persiapkan itu semua, seperti berkas-berkas yang dibutuhkan dan printilan lainnya. Gue tes di Wisma 76 daerah slipi kemanggisan jam 9 pagi. Searching lah naik angkutan apa aja dari Bekasi ke slipi. Informasi yang gue dapet, harus naik Mayasari jurusan Bekasi-Kalideres, nanti turun di Slipi nya dengan ongkos Rp. 13.000,-

Pada hari sebelumnya gue nyiapin pakaian yang mau dipake dan hal-hal yang harus dibawa. Gue tidur tuh, trus bangun shalat, mandi, rapih-rapih, ngemil roti, trus langsung jalan naik grab ke terminal. Nanya-nanya sama supir busnya katanya iya turun depan wisma 76, yaudah gue duduk nyantai. Akhirnya sampe tuh jam setengah 9, turun di slipi jaya, gue nyebrang naik jembatan penyebrangan. Gue jalan dikit, ada keliatan tulisan wisma 7…. Gue langsung masuk lah, ke receptionist nanya “Pagi mbak, mau nanya bener gak ini tempat MCF?” trus mbak nya bilang “oh bukan, itu di wisma 76 sebelah gedung ini lagi.” trus gue bilang “emang ini apa?” kata mbak nya “ini wisma 77 mbak.” Ya tuhaaaaan gue malu banget trus gue langsung bilang terimakasih dan ngibrit pulang.

Gue jalan lagi, dan nyampe dah tuh. Ketemu sama pak satpam nanya dulu dong, trus bener, dikasih id card sebagai visitor dan langsung masuk menuju lift ke lantai 23. Sampai lantai 23, gue buka pintu ruangan, trus disitu baru ada 2 orang. Gue duduk pinggir deket pintu masuk, samping gue cewek berjilbab selang sebelahnya lagi itu cowok. Gue kenalan sama mbak nya, namanya Clarita dari Depok angkatan 2013, yaudah kita ngobrol-ngobrol. Oh iya, saat itu gue belum ngeprint salah satu persyaratan nya dong, yaitu form yang dikirm via email. Pagi itu gue gak nemu tempat print sama sekali, yaudah gue pasrah. Gue jadi keliatan kayak gak niat gitu jadinya, udah mana pake sepatu sneakers, gak bawa pensil, gak bawa form nya. Gue udah mikir takut di usir sebelum mulai tes wkwk.
Saat udah pada ngumpul, ada mas-mas dateng dan nyuruh masuk dan ikutin dia. Kita masuk ke dalam ruangan, trus duduk dikuris yang disediain. Duduk nya per urutan nama, dan seperti biasa karena nama gue berhuruf depan ‘A’ jadi duduk paling depan banget. Oh iya sebelumnya disuruh absen gitu, lupa ada berapa orang yang tes, sekitar puluhan orang pokoknya. 

Mulai test tuh, ada banyak alat tes psikologi yang digunain. Di tahap psikotes pertama ada Culture Fair Intelegence Test (CFIT); DISC; Papi Kostic; IST 2, 3, 4, 5, 7, 9; trus saat itu langsung diskoring didapat lah nama-namanya, ada sekitar 18 orang yang diambil untuk melakukan tes berikutnya. Tes berikutnya ini menggambar, alat tes nya kemarin WZT, DAP, BAUM, HTP, setelah itu ada Focus Group Discussion (FGD). Nah dari semuanya itu disaring lagi, tinggal 8 orang. Tahap seleksi berikutnya yaitu wawancara HRD untuk 8 orang itu. Dan seperti biasa, nama gue kebagian pertama yang diwawancara sekitar 10 menit diruangan khusus interview. Santai sih tentang pribadi dan seputar form yang diisi aja. Oh iya btw, gue udah ada form nya dikasih sama kak Putri, jadi sebelum mulai test tuh gue banyak ajak ngobrol orang dan bilang kalo gue gak bawa form (strategi buat melepaskan kecemasan gue sebenernya) trus pas ngobrol sm kak putri dia anak psikologi juga angkatan 2013 dari UII Jogja, dan dia nawarin punya form satu lagi. yaAllah super beruntung banget gue. Malaikat penolong gue banget thanks yah kak Putri. Lanjut cerita yah, nah setelah gue kelar wawancara, masuk lagi ke ruangan tes tadi dan ngumpul sama yang lain, wawancaranya bergantian. Sambil nunggu yang lain ngobrol deh tuh kita, dari 8 orang itu perempuannya Cuma 3 orang, gue, kak clarita, sama kak putri. Sisanya cowok dengan berbagai angkatan yang berbeda diatas gue. Setelah kelar semua sekitar maghrib, di umumin tuh 4 orang yang lolos interview untuk melanjutkan ke interview sama direksi. Gue sih mikirnya gak bakal ke terima, karena saat wawancara kebanyakan cengengesan dan nyengir-nyengir. Sebelum-sebelumnya kalo diumumin tuh biasanya nama gue duluan yang disebut, nah ini mah engga, pertama bukan gue, kak clarita, mas ebis, trus kak putri, jadi gue kayak Alhamdulillaah gak lolos sambil senyum2 gaje. Eh pas paling terakhir tau nya nama gue disebut Arum Fadiah Sherfini. mashaaAllah duh gimana dong, gue berasa gimana gitu. Gue yang paling kecil diantara mereka malah baru banget lulus, di Bekasi aja baru sebulan. Trus setelah itu kita ditanya kapan siap interview direksi, dikasih pilihan hari Rabu sore atau Kamis pagi. Trus aku, kak clarita, sm kak putri, kompakan bilang rabu sore, satu lagi mas ebi, dia mah ikut aja katanya. Yaudah jadinya rabu sore.

Gue pulang tuh langsung, wah ternyata hujan deras banget diluar, mana udah hampir isya. Gue nunggu mayasari gak muncul-muncul. Gue kayak bocah ilang dah saat itu sendirian dipinggir jalan sambil menoleh kiri-kanan. Trus gue putuskan untuk coba ke halte busway siapa tau ada arah Bekasi. gue naik jembatan penyebrangan jalan, trus ke tempat loketnya buat nanya ada gak arah Bekasi, katanya ada, yaudah gue masuk tuh pake mega card, trus tunggu TJ grogol-bekasi timur. Setelah setengah jam lebih kayanya deh akhirnya dateng bisnya, gue naik dan dapet tempat duduk alhmadulillaah. Pas di pancoran sm senayan kalo gak salah itu mulai rame banget. Sampe tol timur gue langsung naik ojek deh.

Keesokan harinya gue berangkat dari rumah abis shalat zuhur tuh ke arah halte busway di BTC, ternyata gak ada yang arah  grogol katanya Cuma ada di jam sibuk, yaudah gue naik yang ke cawang UKI transit dulu jadinya trus baru dari situ naik ke arah pinang ranti-pluit. Nyampe deh di halte slipi kemanggisan, dan gak akan salah masuk gedung lagi, langsung ke gedung wisma 76. Trus ke lantai 23, pas banget jam 3 kurang gue nyampe ternyata gue yg paling terakhir nyampe. Trus kita disuruh tunggu dulu, setelah itu dibawa ke lantai 12. Disitu nunggu lagi. Dan mas khairul bilang, interview nya berurutan lagi dari Arum yah. Ahhh yampun dalam hati gue kenapa gue harus pertama lagi. Akhirnya gue masuk tuh. Ditanya ini-itu paling 10 menitan, ibu nya baik dan ramah, ternyata beliau orang psikologi juga. Pas keluar ruangan gue sih feeling gak bakal ke terima nih ditahap interview akhir ini, soalnya ibu nya bilang kayanya kalau untuk kepala cabang terlalu keras buat gue. Wkwk. Trus yaudah, pas magrib gitu pengumuman dilantai 23, yang diterima nya pun hanya 2, mas ebi dan kak clarita. Setelah itu gue pulang naik TJ lagi, dan gue bersyukur banget, seneng, bisa dapet pengalaman dan bisa sambil belajar banyak hal, ketemu temen-temen baru yang asik dan seru. Oh iya untuk diterima di MDP ini tahap nya tuh :

1.       Psikotes
2.       Interview HRD
3.       Interview Direksi
4.       Medical check up

Kalau udah diterima kita wajib ngikutin training dan ikatan dinas 2 tahun, selama itu ijazah kita ditahan, kalau kita keluar denda 60jt katanya. Tapi pasti gitu sih, karena biar gak sembarangan keluar-masuk kan seleksi nya aja agak berat juga, ditambah memang untuk calon-calon kepala cabang, jenjang karir bakal langsung cepat melejit dengan salary yang pasti juga aduhai, baru training aja katanya digaji 4jutaan, kalo udah kelar bisa lebih dari itu. Makanya peminatnya banyak dan seleksi yang ketat.

Hmm. Panggilan kerja yang pertama kali gue ikutin bisa sampe tahap interview direksi udah sesuatu yang membanggakan bagi gue, diantara ke 4 nya gue yang paling muda pula. Jadi cukup beruntung gue. Thanks god, Im blessed. Alhamdulillaah.

Thursday, November 1, 2018

Pengalaman ikut CPNS #1


Halo!
Disini gue mau menceritkan tentang sedikit pengalaman gue mengikuti 2 tahap seleksi CPNS. Walaupun gue gak tau masuk apa engga, gak ada salahnya kan gue sharing hal-hal yang gue lalui.  Gak usah banyak cincong, langsung aja.

Pertama, awalnya gue gak terlalu niat ikut, ribet persyaratannya. Tapi, temen-temen gue ternyata pada ikut, ditambah bokap nyuruh, gue didesak untuk jangan daftar perusahaan swasta dulu focus untuk CPNS aja. Hm, yaudah gue ikut. Awalnya gue buat aku tuh di web sscn.bkn.go.id, gila ngebuat akun aja butuh perjuangan sampe gue bergadang tidur jam 3 dini hari selama beberapa hari. Pada akhirnya pun bisa juga buat akun. Setelah itu, ngisi lah data dan sebagainy. Pas bagian formasi yang gue tuju sebenernya gue bingung pilih apa, gue searching deh, dari sekian formasi paling banyak psikologi itu di kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (kemen pppa).

Pas daftar secara online, gue belum bermodalkan ijazah S-1 Psikologi gue karena belum kelar revision (maklum baru netas banget dari cangkang telor) wkwk. Sedangkan di persyaratannya harus upoad sca ijazah dan transkrip asli, akhirnya gue minta tolong sama pak Wandi pihak TU untuk hanyak sekedar memotokan pake hape saja Ijazah dan Transkrip nilai gue untuk persyaratan CPNS, untungnya boleh baik bangeeet. Setelah itu gue daftar lah. Udah kelar daftar dan semua-semuanya, udah gue gak ngurus apapun.

FYI, CPNS 2018 ini ada beberapa tahap seleksi, seleksi pemberkasan à seleksi tes CAT skd CPNS à seleksi tes CAT skb CPNS à Pemberkasan yang udah lulus (kalau gak salah). Nah beberapa hari kemudian ada pengumuman seleksi berkas yang secara online, alhamdulillaah nama gue ada. Di formasi yang gue ambil 17 orang yang lolos, entah yang daftar berapa awalnya. Trus ada pengumuman jadwal tes CAT skd, awalnya gue dapet lokasi di BKN Pusat, trus berubah jadi di kantor walikota Jakarta utara ditanggal 30 Oktober sesi 1 jam 8, tapi jam 7 harus udah ada disana.

Selanjutnya, sehari menjelasng tes, gue nginep dirumah pipit di rorotan jakut. Dari Bekasi gue naik umum. Pertama gue naik ojol dari rumah ke terminal Bekasi à naik angkot ke rawa panjang à naik angkot lagi ke terminal pulo gebang à naik angkot 01 ke arah babek. Pas di babek gue dijemput sama pipit. Duh saat gue diterminal pulo gebang, gue diribetin lagi sama tukang ojek situ, ah pokoknya panjang lah ceritanya, mungkin karena saat itu panas banget, ditambah gue capek lelah dan laper, jadi rada emosi. Bekasi-jakut gue tempuh selama 2 jam lebih kayanya. Padahal sebenernya gak jauh amat, karena gue ngeteng aja sih.

Udah nyampe rumah pipit gue istirahat lah bentar, gue tidur tuh sampe sore. Trus gue pergi keluar sama pipit dan adeknya naik motor. Pas nyampe magrib gue main ke rumah sodaranya hehe sekalian pengen tau juga. Trus pas balik ke rumahnya gue belajar dikit-dikit sambal video call dengan anak-anak gincu. Jam 9 kalo gak salah gue tidur tuh, duh bener-bener tiap jam gue bangun mulu karena cemas kali yah. Jam set. 1, jam 1, jam 2, jam 3, pas jam set. 4 gue bangun tuh mandi, trus sholat, abis itu siap-siap dan langsung berangkat naik ojol abis 24 ribu (awalnya 29 ribu tapi gue pake voucher goceng wkwk) nah di motor ngobrol2 lah sama abang ojol nya tentang ini itu, dah gitu setengah jam nyampe kantor walkot jam 6 gue nyampe. Trus gue nanya ke security bener gak ini tempat tes cpns, kata nya  bener trus dikasih tau ini itu, okedeh gue duduk dipaling depan, trus samping gue mbak-mbak 2 orang satu namanya mbak ghani dari semarang, satu lagi namanya mbak dwi lagi hamil dari orang jawa tapi tinggal dibandung, gue ajakin ngobrol ini itu, nyambung, trus kita jadi deket becanda-canda buat ngurangin cemas hehe.


Pas jam 7 kita regis, nganttri, trus nunjukin kartu tes dan ktp asli, masuk ke dalam disuruh ke lantai 2 naik tangga, sesudah itu masuk ke tempat kayak ballroom gitu, kita regis lagi, dikasih penjelasan mengenai instansi itu dan tentang tesnya, pas menjelang jam 8 kita dibawa ke lantai 3 ditempat ruangan tesnya. Sebelum masuk semua yang kita bawa harus dititipkan ditempat penitipan, dikasih nomor nya biar gak ilang barang kita. Pokoknya yang kita bawa ke dalam Cuma badan, ktp, kartu tes, sama nomor titipan barang doang.

Pas masuk ke dalam, ruangannya besar banget kayak aula gitu, udah terhampar meja panjang dan laptop satu-satu beserta kursi nya. Gue duduk ditempat yang udah di arahin, trus disuruh isi NIK, nomer pendaftaran, no. PIN, sama PIN RESI yang dikasih nanti pas semuanya udah pada ngumpul. Lanjut abis itu kit langsung kiln log in, sempet gak bisa tuh bermasalh sekitar 5 menitan. Huft, terbuang sia-sia kn waktunya sayang banget. Tapi alhamdulillaah setelah itu bisa, langsung gue kerjain soal nomer 66 TKP, TKP gue kerjain semua abis itu langsung ke TIU, dari TIU terakhir soal TKW. Pas menjelang beberapa detik sebelum waktu habis, gue isi aja itu semua yang belum dikerjain, ada sekitar 20 soal kayanya di TKW dan TIU. Pas waktu habis, hasilnya pun langsung muncul, TWK 90 TIU 80 TKP 144. Itu lolos passing grade memang, tapi gak tau untuk lolos ke tahap selanjutnya apa engga. Gue pasrah aja sama Allah, minta yang terbaik aja, kalau engga lolos gak apa-apa buka rejeki berarti, tapi kalau lolos Alhamdulillah. Gak mau berharap sih, takut kecewa nantinya. Yang penting sekarang banyak doa aja, usaha kan udah. Yang terpenting dari semua ini tuh gue jadi punya pengalama, jadi tau yang tadi nya gak tau. Nambah temen dan relasi. Tau jalan. Yang penting juga gue dapet makanan gratis hehe.

Pas pulang gue bareng sama mbak-mbak yang tadi 2. Kita nanya-nanya ke security lagi naik apa kalo ke terminal tanjung priok, katanya naik angkot, trus dibantuin stop angkot, abis itu sampe deh kita ke terminal. Mbak-mbak pada naik busway, gue naik mayasari arah tanjung priok-bekasi barat. Sambal nunggu bus, gue nongkrong aja di warung sendiri sambil makan roti, trus tiba-tiba ada bapak-bapak penjaga loket nyamperin dan duduk disamping gue, bilang “neng, mas-mas yang itu (sambal nunjuk) mau minta nome hape katanya.” Trus gue bilang, “gue gak punya hape.” Trus bapak nya balik ke asal sambil ketawa trus teriakin kalimat yang gue bilang ke mas-mas itu. Dasar. Gak beberapa lama gue naik bus mayasari deh. Nyampe Bekasi ujan dong, turun di terminal, perjalanan satu jam, abis itu gue naik ojol nyampe rumah. Oke tamat.

Hahaha. Gitu doang sih pengalaman gue. Maafin kalau ga berfaedah. Bhay!

part selanjutnya Pengalaman ikut CPNS #2

Monday, October 1, 2018

Curhat dong, Rum!

Hari ini, di waktu maghrib, aku minta tandatangan ACC ke bu Diah dospem 2. Pas udah kelar tanda-tangan, Ibu nanya-nanya tentang masalah yang pernah aku ceritain. Akhirnya aku cerita lah gimana saat wisuda kemarin daaan lain sebagainya. Gak kuat, yang tadinya aku bercerita sambil senyum-senyum, tapi akhirnya air mata aku jatuh juga. Lama-lama aku jadi nangis, hingga sulit untuk melanjutkan pembicaraan. Sambil mengelap air mata menggunakan jari, aku pun minta maaf karena harus nangis depan Ibu, tapi dengan simpati nya Ibu bilang tau gimana rasa sakit nya Arum dan gak apa-apa, rasa itu memang harus tersalurkan jangan dipendam. Saat sudah mulai enakan, aku pun izin pulang dan berterimakasih sama bu Diah, dan Ibu bilang, "Rum, saya mau liat kamu jadi orang yang sukses nanti. Kamu harus kasih pembuktian buat semuanya yah." Hm.. aku berasa dikasih suntikan semangat. Aku pun berjalan keluar ruangan sambil terus mengelap air mata yang menetes, malu kalau sampai orang melihat. Diperjalanan, aku dipayungi oleh langit yang sudah gelap, dengan mata yang masih berkaca-kaca sambil terfikirkan masalah-masalah a-z. Entahlah. Masih ada Allah. 

Friday, September 28, 2018

Akhirnya Arum Kelar Kuliah Psikologi Tepat Waktu!! #PART2 (Wisuda)

Assalamualaikum!

Sebenernya perasaan aku lagi campur aduk. Dari kemaren bawaannya pengen nulis blog, tapi gak sempet, ada aja halangannya. Ya revisi lah, ya daftar CPNS lah, ya ngelamar kerja. Ah rempong pokoknya. 

Oh iya nih, aku udah wisuda tanggal 15 September 2018 kemarin. Alhamdulillaah. Rencananya sih aku mau berkisah tentang hal itu disini. Dari mulai pendaftaran wisuda, itu via online, trus abis itu ngurus ke al jamiah, kebetulan aku diurusin sama temen-temen yang bae, hehe. Mendekati wisuda, aku beli kebaya tuh di MIM bareng sama Tine dan pipit, kalo sewa sayang aja gitu, kan kalo beli bisa di pake mungkin buat kondangan, wkwk. Trus jilbab aku beli di Jatos, ditemenin Ayu. Nah, untuk bawahannya aku punya tuh kain songket jadi aku beli kebaya yang emang sengaja disamain sama warna kain songket yang aku punya, itung-itung hemat uang lah. Sepatu pun aku pake heels punya kak Afi, yang ku kira 7 cm tingginya, ternyata kata dia 9 cm. ckck. Dan terakhir makeup, temen-temenku pada pake jasa make up gitu, kalau aku lagi-lagi dari aku sendiri, aku make up sendiri, untungnya eyke syudah bisa make up dikit-dikit yah shay, jadi yang terpenting alat make up nya, nah alatnya pun aku minjem ke kakak ku kak Afi dan keponakan aku Irli yang kebetulan baru kuliah di UIN juga. Mereka alat make up nya kan yang mahal-mahal shay, jadi kalau gak pinter make up juga tetep aja bagus hasilnya pake banget, wkwk. 

Oh iya, dua hari atau sehari sebelum wisuda bapak tlp lho, katanya bakal dateng ke wisudaan aku tapi ijin bawa istri onoh nya yg di Subang, trus aku marah dan aku bilang jangan dibawa, tapi bapak tetep maksa mau bawa katanya kasian si onoh mau banget ikut katanya, sampe berkali-kali ku bilang engga dan jangan, sampe aku nangis sesenggukan, trus akhirnya kata bapak, yaudah engga akan dibawa. Oke deh, aku diem dan ku tutup tlp nya.

Sehari sebelum wisuda aku dan temen-temen kontrakan pada beres-beres sampe tengah malem, capek banget rasanya karena besok harus pagi-pagi kan, tapi mau gimana soalnya sebagian dari mereka abis wisuda pada balik ke kampung halaman, jadi mau gak mau harus deh. Trus aku nyetrika dulu lah malamnya buat dipake besok.

Pas hari H, aku bangun jam setengah 4, baru tidur 3.5 jam wkwk trus mandi, kebetulan aku lagi datang bulan jadi gak shalat, abis itu langsung dandan. Aku kelar dandan, abis itu langsung berangkat sama Nita dan Mae. Karena heels aku yang tinggi banget, jalan pun aku kayak dikawal sama mereka, sebelah kanan mae, sebelah kiri nita, trus tangan aku dipegangin gitu kayak nenek-nenek. Trus sampe lah aku di Aula Anwar Musadad, aku masuk dengan membawa undangan buat ortu, tas kecil isi lipstick dan bedak, dan bawa goodie bag gitu isinya sandal jepit haha. Acara udah mulai bapak belum nyampe juga tuh katanya macet, iyalah pasti kan. Trus pas jam 8 atau jam 9 gitu bapak nyampe, aku izin lah keluar dulu, trus undangan ku kasih ke dedek apat, abis itu aku disuruh masuk lagi sama security gak boleh lama, yaudah deh. Trus bapa sms, katanya udah masuk berada di atas, syukurlah. Gak beberapa lama, aku liat dibawah tuh masih ada kursi kosong, ku sms bapak lah suruh pindah biar bisa liat aku dengan jelas pas nanti nama aku dipanggil ke depan, ehh trus di bales dan katanya bilang kalau bapak lagi keluar aula, lagi ngopi dulu ngantuk katanya juga dapet yang berdiri pas diatas, katanya nanti aja ketemu aku kalo pas udah kelar acara. Huff, kalau gitu mah tadi gak usah ku bela-belain keluar izin ngasih undangan hiks sedih sebenernya.

Yaudah ku lupakan lah hal itu, aku focus lagi mendengar nama-nama yang dipanggil. Psikologi kebagian paling akhir, nah aku di Psikologi urutan ke 5, maju lah kami semua, agak grogi sih udah mana pake heels kan, tapi Alhamdulillaah lancar. Lalu kami kembali ke tempat duduk, setelah kelar, aku buru-buru keluar aula, tapi ngantri banget dong, padet pokoknya mah, riweuh. Trus bapak sms, katanya berada disebelah kanan dari keluar pintu aula, oke ku hampiri lah, karena temen-temenku yng lain pun juga bersama keluarganya, masa aku engga. Ketemu akhirnya sama Bapak, salaman aku trus dicium, dan tiba-tiba bapak bilang, “Rum sini rum ada yang pengen ketemu.” Ditarik tuh aku sama Bapak, “salim Rum.” Pas aku liat… Bapak bawa Istrinya yang dari Subang dan anak cowoknya yang sama sekali sebelumnya aku gak pernah ketemu. Ya Allah dahsyat, kehadirannya menjadi mood breaker banget buat aku di hari yang harusnya aku bahagia dan senang.

to be continue...

Monday, September 10, 2018

Akhirnya Arum Kelar Kuliah Psikologi Tepat Waktu!! #PART1

Assalamualaikuuuum!!

Gue mau banyak cerita nih. Btw, gue mau kasih Selamat buat diri gue pribadi yang udah menyelesaikan kuliah tepat waktu, Alhamdulillaah, Selamat Arum Fadiah Sherfiani, S.Psi! Semoga ilmu yang gue dapet dan gue pelajari bisa menjadi berkah dan bermanfaat buat diri gue, dan lingkungan sekitar. Aamiin.

Setelah gue kelar kuliah, pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah "Selanjutnya mau ngapain?" Gue udah nyusun planning sih sebenernya. Jawaban gue nih, yang pasti gue kepengen lanjut S2, ya maklum lah, gelar S.Psi ini gak cukup kalau kepengen jadi Psikolog, sebutan kasar gue ya gue masih jadi 'sampah'. Tapi coy, tau sendiri lah biaya S2 itu gak murah. Duit darimane yekan. Nah, untuk itu ya harus kerja dulu dong, nyari pitih, siapa juga yang bisa nyekolahin gue S2 kalau bukan dari gue sendiri. Haha, jadi ya jawabannya gue mau kerja dulu, ngumpulin uang pertama buat beli rumah sendiri, biar gue punya rumah shay kek orang-orang. Trus sambil berjalan gue mau kuliah nantinya (kalo duitnya ke kumpul). Gue sih bukan tipe orang yang maksain, kalo bisa Alhamdulillaah, kalo gak yaudah jalani aja apa yang ada didepan mata, gitu. Cita-cita gue yang paling utama itu bisa membahagiakan diri gue dan orang lain aja udeh. Biar manfaat yekan. Gue kepengen nyibukin diri buat ngebalesin kebaikan orang-orang yang udah pernah baik sama gue. Yaa, kita kan jadi orang harus tau diri aja lah gitu. Hahaha.

Oh iya, pertama gue mau cerita nih saat gue sidang. Gue di uji oleh 2 dosen yang terkenal super the best di Psikologi, Bu Ila dan Bu Asti. Ya tuhaaaaan, beliau-beliau tuh orang yang hebat, gue tengsin duluan, pokoknya gue paniknya luar biasa deh saat tau akan di uji oleh 2 dosen itu. Gue nyari tau ke orang lain beliau orang yang seperti apa saat menguji. Gue ngebuat PPT nya pun terniat banget, sampe gue buat ilustrasi gambar supaya lebih jelas, sistematis, dan menarik. Gue buat ilustrasi itu saat malam hari dimana besok paginya gue sidang, bayangin dong, yang tadinya PPT gue biasa aja simple dan udah gue buat dari jauh hari, pas malem-malem muncul ide yang briliant untuk buat gituan. Alhasil gue bergadang. Temen-temen kontrakan gue sampe pada nyuruh gue tidur karena besok gue harus sidang, tapi gue masih berkutat sama PPT. Ketika kelar, gue langsung capcus tidur. 

Besok paginya gue dateng cepet, langsung ke lantai 2 ke ruang majelis 2, disana udah beberapa orang yang ngumpul, pada rajin-rajin amat yak. Oh iya, gue satu majelis sama Widya dan kating namanya kak Arya. TV buat nampilin PPT nya sempet bermasalah tuh, tapi untung bisa di handle pake laptop nya kak Arya. Urutan yang maju duluan tuh kating, karena mungkin dia kating, trus kebetulan hari jumat takut mepet sama soljum yekan, makanya mungkin dia pertama, kedua Widya, dan aku ketiga dong paling terakhir, hiks. bergiliran masuk, pas bagian gue, ya Allah gue deg-degan banget, tangan udah dingin, gue sampe minta air minum dulu ke temen yang punya aer. Trus gue masuk ruangan, gue ngebuka tuh sidang, dan memaparkan apa yang ada di PPT. Setelah kelar presentasi, ya tuhaan, gue di ceceur dong sama bu Asti yang paling utama. Gue sampe di saranin buat apakah memungkinkan untuk ganti judul, trus penelitian gue dibilang gak ada menariknya sama sekali. Ah pokoknya abis deh gue. Sampe gue didalem sempet bengong dan mikir, 'apa iya penelitian gue sebegitu gak menariknya?' dan ketika penguji berbicara, gue cuma diam seribu bahasa sambil manggut-manggut. Sampe bu Ila pun nanya, "Jadi gimana ini dari Arum mungkin ada pembelaan atau gimana?" dan akhirnya gue ngejelasin lagi. Gue tuh jadi kayak salah tingkah takut salah juga gitu. Gue takut kalau gue jawab nanti gue salah, gue diem pun pasti salah juga kan. Kurang lebih 40 menit lah gue sidang, setelah itu gue tutup sidangnya, dan gue salaman sama para dosen penguji trus minta maaf dong kalau gue punya salah-salah kata atau penelitian gue ada yang kurang. Didalem ruang sidang tuh beberapa kali mereka saling tatap sambil nyengir tipis gitu, kayak memberi kesan kalau gue tuh kayaknya salah, bodoh, gak layak, aaaah pokoknya pikiran gue negatif banget deh, gue udah mikirnya yaAllah ini mah pasti dapet nilai C nih gue skripsi nya. Nah, selang 3 hari tanggal 27 Agustus pengumuman nilai deh tuh, yaAllah gue rasanya kek pengen pingsan, jam 5 kurang kalau gak salah nilai baru diumumin, kan disebut nama sama NIM nya. Trus saat pak Irfan nyebut NIM gue, abis itu nyebut "Arum Fadiah Sherfiani dinyatakan lulus dengan nilai 82.5 predikat A" YAALLAH disitu gue nangis lah parah banget, gue gak nyangka parah sumpah, Alhamdulillaah gue bersyukur banget bisa dapet A. Perjuangan gue gak sia-sia. Semua kesakitan, kesedihan, dan air mata yang gue rasakan tuh rasanya semua ikut luruh, dan terbayarkan. 

Kelar dari pengumuman nilai pun gue keluar Auditorium, udah banyak temen-temen gue yang nyambut, ada anak Psikologi, trus candra, ipeh, tine, asti, dan Anak-anak KKN dateng ada rere, fatih, agus, hadi, kuskus, dikdik, upeh. Candra dan Rere bawain gue banner yampun sweet banget mereka, trus anak-anak yang lain pada ngasih hadiah kayak balon-balon, mahkota, coklat, boneka, bunga, makanan-makanan yang banyak bwwangettt deh pokoknya. Special thanks untuk Candra Rere, Anak KKN, Ipeh Tine Asti yang udah pada relain dateng sampe magrib, bahkan lebih, abis itu kita pada ngumpul dikontrakan ayu kita makan-makan. Ahhhh the best banget Alhamdulillaah punya temen-temen yang baik dan peduli kayak mereka. Buat temen-temen yang gak bisa dateng trus ngucapin, yang kasih hadiah nyusul juga makasihhh banget, gue bahagia banget punya banyak temen yang selalu mewarnai kisah hidup gue.